Selasa, 06 Desember 2011

Materi sejarah


Pembabagkan Sejarah

A.  Pengertian Pembabakan Sejarah
Sejarah memiliki dua dimensi yaitu dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo (time) yaitu proses kelangsungan suatu peristiwa dan waktu merupakan kesatuan dari kelangsungan tiga dimensi yaitu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Pengertian periodisasi sejarah berkaitan erat dengan pembagian masa lampau manusia berdasarkan urutan waktu (Periodisasi=Pembabakan waktu). Pentingnya periodisasi dalam sejarah yaitu:
1. Memudahkan sistematika penulisan sejarah
2. Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.
3. Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah
4. Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah

B.  Dasar Pembabakan Sejarah (Dimensi spasial, temporal dan tematis)
·         Spasial
Berkaitan dengan ruang, dalam hal penulisan sejarah berkaitan dengan tempat berlangsungnya peristiwa sejarah.
·         Temporal
Berkaitan dengan waktu, yaitu kapan peristiwa sejarah itu terjadi. Dalam kaitannya dengan waktu tentu ada awal dan akhir dari suatu peristiwa sejarah.
·         Tematis
Berkaitan dengan tema atau topik dari suatu peristiwa sejarah. Sebagai contohnya mengenai topik sejarah perjuangan kemerdekaan, sejarah pemerintahan orde lama, atau sejarah pemerintahan orde baru.
C.  Macam-macam Pembabakan Sejarah
Pembabakan Sejarah dibedakan menjadi dua yaitu:
1.      Jaman Prasejarah
Pembabakan ini merupakan pembabakan pada jaman manusia belum mengenal tulisan. Sebagai contohnya akan dijelaskan di bawah ini; Pembabakan Jaman Prasejarah berdasarkan:
a.      GEOLOGI , terdiri dari:
·         ARKAEKUM
Jaman tertua, zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
·         PALEOZOIKUM
 Jaman primer atau jaman hidup tua, jaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada jaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
·         MESOZOIKUM
Jaman sekunder atau jaman hidup pertengahan. Jaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada jaman pertengahan jenis reptil mencapai tingkat yang terbesar, sehingga pada jaman ini sering disebut juga dengan jaman reptil. Setelah berakhirnya jaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.
·         NEOZOIKUM
Jaman hidup baru, jaman ini dibedakan menjadi dua jaman, yaitu:
1. Tersier atau jaman ketiga,
Jaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari jaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primata, contohnya kera.

2. Kuartier atau jaman keempat,
Jaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan jaman terpenting. Dan jaman ini dibagi lagi menjadi dua jaman yaitu yang disebut dengan jaman Pleistocen dan Holocen. Jaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba. Jaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada jaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.


b.      ARKEOLOGI, terdiri dari:
1). Jaman Batu
·   Jaman batu tua (Paleolitikum)
Jaman ini berlangsung kurang lebih 600.000 tahun. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sangat lambat akibatnya keadaan alam yang masih sangat labil dan liar. Alat-alat yang di gunakan pada zaman ini masih sangat kasar sebab teknik pembuatannya masih sangat sederhana.  Berdasarkan tempat penemuannya, hasi-hasil kebudayaan zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan ngandong dan pacitan. Contoh hasil kebudayaannyaa:
1). Kebudayaan Ngandong : Kapak Genggam, alat dari tulang, dan alat serpih (flake)
2). Kebudayaan Pacitan : Kapak Gengam, Kapak Perimbas, dan alat serpih
 Apabila dilihat dari cara hidupnya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus..
·      Jaman batu tengah (mesolitikum)
Pada jaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
·      Jaman batu baru (Neolitikum)
Perkembangan kebudayaan pada zaman batu muda ini sudah sangat maju daripada zaman-zaman sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya migrasi secara bergelombang penduduk proto melayu dari Yunnan, Cina Selatan ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Adanya migrasi ini membawa kebudayaan kapak persegi. Menurut R. Soekmono, kebudayaan Neolithikum sebagai dasar kebudayaan Indonesia sekarang. Alat-alat yang digunakan sudah sangat halus pembuatannya karena mereka sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas). Hasil kebudayaannya antara lain kapak persegi dan kapak lonjong.
·  Jaman Batu Besar ( Megalithikum)
Kebudayaan Megalithikum adalah kebudayaan yang utamanya menghasilkan bangunan-bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar dan masif. Bangunan Megalithik ini digunakan sebagai sarana pemujaan dan penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Kebudayaan ini muncul pada zaman Neolithikum dan berkembang luas pada zaman logam.
Hasil-hasil terpenting dari kebudayaan Megalithikum salah satunya adalah Menhir, yaitu tiang atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat. Menhir ini biasanya digunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal dan sebagai tempat menampung kedatangan roh. Banyak ditemukan di Pasemah, Sumatra Selatan.

2). Jaman Logam
Pada zaman ini penduduk di Nusantara telah mampu mengolah dan melebur logam. Kepandaian ini diperoleh setelah menerima pengaruh dari kebudayaan Dongson (Vietnam). Hasil-hasil kebudayaan dari zaman logam berupa nekara, kapak corong, candrasa,bejana perunggu, arca-arca, gerabah dan benda-benda dari besi.
2.      Jaman Sejarah
Pembabakan ini merupakan pembabakan sejarah pada masa manusia sudah mengenal tulisan. Sebagai contohnya :
“Pembabakan Sejarah Indonesia”
a). Jaman Kuno
1. Kerajaan-kerajaan tertua
Kerajaan-kerajaan tertua di Indonesia antara lain meliputi : 
a. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan ini terletak di wilayah Jawa Barat. Sumber Sejarah dari kerajaan ini adalah berupa prasasti antara lain Prasasti Ciaterum, Kebon Kopi, Jambu, Muara dan Tugu. Sedangkan dari sumber asing berasal dari berita Cina dari Jaman Dinasti T’ang yang mengatakan bahwa di Pantai Utara Jawa bagian barat telah ditemukan masyarakat yang telah mendapat pengaruh Hindu.
b. Kerajaan Holing
Lokasi kerajaan ini hingga kini belum dapat dipastikan letaknya. Salah satu sumber sejarah yang menyatakan keberadaan kerajaan ini adalah berita Cina yang berasal dari Pendeta I-tsing yang menyatakan bahwa seorang temannya yang bernama Hui-Ning dengan pembantunya Yuki pergi ke Holing pada tahun 664/665 M untuk mempelajari agama Buddha.
2. Sriwijaya (dari abad VII sampai abad ke XIII atau XV)
Kerajaan ini terletak dekat dengan selat Malaka. Sumber sejarah mengenai kerajaan ini berasal dari seumber asing dan sumber dalam negeri. Sumber asing salah satunya adalah berasal dari berita Arab yang mengatakan bahwa banyak pedagang Arab yang melakukan kegiatan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan berita dalam negeri salah satunya adalah Prasasti Kedukan Bukit 648 M, yang mengatakan bahwa Raja Sriwijaya bernama Dapunta Hyang.
3. Majapahit ( dari abad IV sampai abad XV)
Kerjajaan ini terletak di Jawa Timur, adapun sumber sejarah yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini adalah Prasasti Butak 1294 M, yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah naik tahta. Prasasti ini memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan.
b). Jaman Baru
1. Aceh, Mataram, Makasar, Ternate/Tidore (Sejak Abad XVI)
2. Perlawanan Terhadap Imperalisme Barat (Abad XIX)
Perlawanan terhadap bangsa asing dilakukan ketika terjadi penetrasi dan masuknya bangsa asing mulai dari Portugis dan bangsa Belanda. Perlawanan terhadap bangsa Portugis sebagai contohnya dilakukan oleh Sultan Baabdullah di Ternate pada tahun 1575. Pada awalnya Belanda masuk ke Indonesia melalui perusahaan dangannya yang bernama VOC pada masa hubungan yang terjalin adalah hubungan perdangaan, namun sejak dibubarkannya VOC pada tahun 1799, daerah Indonesia diserahkan kepada Pemerintahan Kerajaan Belanda, pada masa ini Belanda mulai menanamkan politknya untuk menguasai Indonesia. Beberapa bentuk peralwanan terhadap Belanda adalah sebagai berikut :
  •  Perlawanan Sultan Nuku di Tidore 1797-1885
  •  Perlawanan Patimura 1817
  •  Perang Padri 1821-1837
  •  Perang Diponegoro 1825-1830
3. Pergerakan Nasional (Abad XX)
Pada era ini muncul kesadaran untuk merebut kemerdekaan melalui gerakan-gerakan nasionalisme, setalah selama bertahun-tahun dikekang oleh penindasan, pemerasan, perampokan, pemerkosaan ataas hak hidup secara materiil dan moril. Dengan adanya kesadaran ini kemudian melahirkan berbagai organisasi pergerakan kebangsaan antara lain :
  • Budi Utomo (BU)
Organisasin ini didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Tujuan dari pergerakan BU adalah menjamin dan mempertahankan kehidupan sebagai suatu bangsa yang terhormat.
  •  Perhimpunan Indonesia
Organisasi ini didirikan oleh para pemuda Indonesia yang berada di negeri Belanda pada tahun 1908. Organisasi ini merupakan oraganisasi yang paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri.
4. Republik Indonesia (Sejak 1945)
Periode ini merupakan periode mendekati kemerdekaan Indonesia. Bermula dengan terdesaknya kedudukan Jepang dalam Perang Pasifik, karena Pulau Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat bulan Juli 1944. hal tersebut merupakan ancaman langsung bagi Jepang, dengan terdesaknya Japang, maka pada tanggal 9 September 1944 Perdana Menteri Koiso memberikan janji kemerdekaan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik makin nampak pada tanggal 1 Maret 1945, dengan dibentuknya BPUPKI. Pada masa jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu, mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh bangsa untuk memeprsiapkan kemerdekaan. Namun dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua, sehingga berujung pada peristiwa Rengasdengklok. Namun setelah terjadi kespakatan dan Presiden dibebaskan dari Rengasdengklok maka dimulai perumusan teks proklamasi di rumah Maeyda. Proklamasi kemudian dikumandangkan pada 17-08-1945.

5. Reformasi (Sejak 1998)
Gerakan reformasi ini terjadi pada tahun 1998, yang merupakan gerakan pembaharuan dan perubahan terutama perbaikan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum. Gerakan reformasi ini ditujukan kepada Pemerintahan Orde Baru, karena Orde tersebut dinilai tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Adapun agenda dari reformasi tersebut :
  • Adili Soeharto dan Kroni-kroninya
  •  Amandemen UUD 1945
  •  Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
  •  Otonomi daerah yang seluas-luasnya
  •  Supremasi Hukum
  •  Pemerintahan yang bersih dari KKN
Melalui gerakan reformasi ini pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10:00 Wib di Istana Negara, Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri dan menunjuk B.J. Habibe untuk menggantikannya sebagai presiden.
A.Pengertian Sejarah
1.Berdasarkan etimologinya
a.Sejarah
Kata sejarah berasal dari  bahasa arab syajarotun yang berarti pohon. Kata ini kemudian berkembang artinya menjadi akar , keturunan, silsilah, keturunan, asal-asul. Apabila kita melihat gambar silsilah keluarga raja-raja akan  menyerupai akar pohon. Kata sejarah sendiri diserap dalam bahasa Melayu pada abad ke-13.

b.History
History (bhs. Inggris) berasal dari kata istoria  dari bahasa Yunani yang berarti ilmu. Dalam perkembangannya Istoria diperuntuhkan untuk kajian terhadap segala sesuatu yang mengenai manusia secara kronologis.

c.Geschichte
Pada jaman Hindia Belanda dahulu kita mengenal Geschichtdenis (bhs. Belanda) yang berasal dari bahasa Jerman yaitu geschicthte yang berarti sesuatu yang telah terjadi
d.Tarikh
Dalam bahasa arab sendiri ilmu yang mempelajari tentang kisah kisah pada masa lalu.

2.Definisi sejarah menurut para ahli
a.Herodotus (484 -425 SM)
Herodotus dari Yunani adalah penulis sejarah yang pertama. Ia mendapat julukan The Father of History atau bapak ilmu sejarah. Ia melakukan perjalanan ke Persia, ia hendak mengumpulkan data geografi yang lebih memadai daripada yang pernah ia susun sebelumnya. Ketika itu terjadi perang Persia, iapun mengumpulkan informasi seputar perang Persia. Informasi yang ia dapat kemudian disusun menjadi sebuah tulisan. Dengan metode berpikir sejarahnya ia berhasil membuah karya sejarah. Definisi sejarah menurutnya  sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan pasti melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.

b.Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M)
Dalam bukunya yang berjudul ”Mukadimah” mendefinisikan sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.

c.W.J.S. Poerwadarminta
Dalam bukunya Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) ia mengutarakan tiga pengertian sejarah, yaitu :
1)Kesusasteraan lama, silsilah, asal-usul
2)Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
3)Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau

d.R. Moh. Ali
Dalam bukunya ”Pengantar Ilmu Sejarah” ia menegaskan kata sejarah mengandung arti sebagai berikut :
1)Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.
2)Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa- peristiwa yang merupakan realitas tersebut.
3)Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa yang merupakan Ciri – ciri utama sejarah
a.Penting
Peristiwa sejarah disebut penting karena mempunyai pengaruh atau berperan bagi kehidupan seseorang atau orang banyak pada masanya dan masa masa berikutnya.
Misal : pernikahan seseorang, peristiwa proklamasi, dll.

b.Abadi
Peristiwa sejarah dianggap abadi jika peristiwa tersebut menjadi kenangan yang tidak dilupakan sepanjang masa. Misal : peristiwa kelahiran, proklamasi, pernikahan, dll.

c.unik
Peristiwa sejarah disebut unik karena setiap peristiwa sejarah hanya satu kali terjadi (once). Tidak ada peristiwa sejarah yang berulang, setiap  sejarah akan berbeda dengan peristiwa sejarah sebelumnya. Barangkali jenis peristiwanya sama tetapi pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda.
Misal  - Sumpah Pemuda I dan Sumpah Pemuda II
- Orang tua menikahkan anaknya I dan II, dll.
realitas tersebut. Tiga dimensi waktu dalam sejarah

Dalam tinjauan sejarah berdasarkan dimensi waktunya masa / kurun waktu dibagi menjadi tiga masa, yaitu :

a.masa lampau
masa lampau adalah waktu dimana suatu peristiwa sejarah pernah terjadi, dimana peristiwa sejarah tersebut menjadi kenangan dan tugas kita mencari hikmah (bahan renungan) dari peristiwa sejarah tersebut

b.masa kini
masa kini adalah waktu dimana peristiwa sejarah telah terjadi, dimana kita menghadapi kenyataan yang sesungguhnya, tugas kita adalah  mengkritisi kini masalah masalah masa kini dengan hikmah / contoh dari peristiwa sejarah

c.masa depan
masa depan adalah waktu dimana kenyataan belum terjadi, dimana harapan dan cita-cita kita gantungkan , tugas kita adalah memprediksikan masa depan dengan melihat dari peristiwa sejarah masa lampau.

Menurut :
Prof. Warbeirg :
Suatu peristiwa sejarah bukanlah sesuatu yang terpisah dari masa kini dan masa depan, tetapi merupakan suatu kesinambungan (History is a continuity and change)

Kesimpulan :
Dengan melihat masa lalu kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa sejarah, dan digunakan untuk mengkritisi permasalahan masa kini, serta memprediksikan masa depan. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni
1. Sejarah sebagai Peristiwa dan kisah
a.sejarah sebagai peristiwa atau realita (L’histoir realite), karena peristiwa atau kejadian sejarah itu benar-benar ada dan terjadi. Kemudian kejadian atau peristiwa itu dianggap sebagai kenyataan sejarah.
b.Sejarah sebagai kisah (L’histoir recite), dalam hal ini sejarah dipandang sebagai kisah  dari peristiwa masa lampau. Dalam bentuk kisah sejarah inilah peristiwa masa lalu dihadirkan kembali sebagai data sejarah

2.Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.Empiris
Empiris berasal dari kata empeiria (bahasa Yunani) yang berarti pengalaman. Sejarah sangat tergantung pada pengalaman manusia. Pengalaman manusia tersebut direkam dalam dokumen dan peninggalan peninggalan sejarah lainnya yang nantinya disebut sebagai sumber sejarah. Sumber sejarah tersebut diteliti oleh sejarahwan untuk menemukan fakta sejarah. Fakta-fakta sejarah tersebut kemudian diinterprestasikan dan dilakukan penulisan sejarah (historiografi)

b.memiliki objek
Kata objek berasal dari kata objectus (bahasa latin) yang berati yang dihadapan, sasaran, tujuan.
Setiap ilmu harus mempunyai tujuan adan objek material atau sasaran yang jelas untuk membedakan dengan ilmu yang lainnya
Objek yang dipelajari sejarah adalah manusia dan masyarakat dengan sudut pandang waktu
c.memiliki teori
teori berasal dari kata theoria (bahasa Yunani) yang berarti renungan.
Sama seperti ilmu sosial lainnya yang mempunyai kumpulan teori teori pokok suatu ilmu, sejarah pun mempunyai teori.
Misalnya teori nasionalisme, teori geopolitik, teori struktur fungsional, teori challenge and response (Arnold Toynbee), teori konflik sosial (Karl Marx), teori future shock (Alfin Tofler), dll.
d.memiliki metode
Metode berasal dari kata methodos (bahasa Yunani) yang berarti cara.
Dalam sejarah mempunyai metode sendiri misalnya heuristik,verifikasi, interpretasi, atau metode ilmu sosial lainya seperti observasi, inreview, partisipasi, test, dan sebagainya.

3. Sejarah Sebagai Seni
Dithley seorang sejarahwan dan filosof modern menyatakan bahwa sifat sifat alami dari bahan-bahan pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata terlihat, sehingga dengan mudah dapat menganalisa , menerangkan, dan menduganya. Namun sejarah adalah pengetahuan tentang rasa, sejarah memerlukan pemahaman dan pendalaman akan bahan-bahan yang dihadapinya. Sejarah tidak saja mempelajari segala sesuatu gerakan dan perubahan yang tampak dipermukaan, tetapi juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu bagi pelaku sejarah. Lebih lanjut sejarah mempelajari suatu dinamis dari kehidupan manusia yang didalamnya terlihat hubungan sebab akibat (causal ) yang cukup rumit.


Sejarah sebagai seni mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.Intuisi
Intuisi atau ilham artinya pemahaman langsung dan insting selama penelitian berlangsung. Dalam hal ini sejarahwan sama dengan cara kerja seorang seniman.
Walaupun demikian, dalam menuliskan hasil karyanya seorang sejahrawan harus tetap berpijak kepada data yang telah diperolehnya.
b.Imajinasi
Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarahwan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi. Misalnya dalam menggambarkan perang Diponegoro, sejarahwan harus mampu berimajinasi tentang hutan, gunung, gua persembunyian dll.
c.Emosi
Dalam penulisan sejarah sebagai seni mengakibatan penulisan sejarah disamakan dengan menulis sastra. Oleh karena itu , dalam penulisan sejarah harus dengan keterlibatan emosional. Seseorang yang membaca sastra sejarah ini harus dibuat seolah-olah  hadir dan menyaksikan peristiwa sejarah tersebut.
d.gaya bahasa
gaya bahasa dalam penulisan sejarah sebagai seni harus diperhatikan, gaya bahasa yang berbunga-bunga kadang kalah menarik dengan gaya bahasa yang lugas. Gaya bahasa harus sistematik dan tidak terbelit-belitkadang kala penggunaan istilh atau idiom pada suatu masa akan berbeda artinya dengan masa yang lainnya, misalnya penggunaan kata siap, merdeka, bung (revolusi fisik), labrak, ganyang (orla), diamankan (orba). KELEMAHAN SEJARAH SEBAGAI SENI
1.berkurangnya ketepatan (accuracy) yaitu kesesuaian antara fakta sejarah dan tulisan sejarah, karena terlalu dekat dengan imajinasi dianggap megurangi ketepatannya.
2.berkurangnya obyektivitas yaitu tidak adanya pandangan individuil dalam penulisan sejarah. Dalam sejarah sebagai seni faktor subyektifitas penulis sangat berperan dan justru akan membuat peristiwa sejarah menjadi lebih hidup.
3.penulisan sejarah akan terbatas artinya penulisan sejarah yang terlalu dekat dengan seni akan terbatas kepada obyek-obyek yang dapat didiskripsikan. Penulisan sejarah akan penuh dengan perang dan biografi yang penuh dengan sanjungan. Sementara tema sejarah yang penting  seperti sejarah ekonomi dan sejarah kuantitatif yang menyuguhkan angka-angka dan statistik serta analitis tidak akan ditulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar